);

Kapolri

Kapolri adalah pimpinan tertinggi dalam organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia . Sejak pertama kali dibentuk, jabatan ini dulu mengalami lebih dari satu pergantian hierarki dan nama jabatan. Pada jaman Orde Lama, jabatan ini dulu mengalami lebih dari satu kali pergantian nama, yaitu pada jaman Orde Baru, jabatan Kapolri secara hierarki berada di bawah Panglima ABRI.

Arti lambang

www.kompolmas.tv

Lambang dan motto Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berbunyi Rastra Sewakottama, berasal dari bahasa¬† Sansekerta yang artinya “Pelayan utama Bangsa”. Dalam bahasa¬† Sansekerta, Rastra artinya “bangsa” atau “rakyat”, dan sevakottama artinya “pelayan terbaik”, maka disimpulkan bahwa Rastra Sewakottama artinya “pelayan terbaik bangsa/rakyat”, dan dipahami sebagai “Polri sebagai pelayan dan abdi utama negara dan bangsa”. Sebutan itu adalah Brata pertama berasal dari Tri Brata yang diikrarkan sebagai pedoman hidup Polri sejak 1 Juli 1954.

Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah:

  1. memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat;
  2. menegakkan hukum; dan
  3. memberikan perlindungan, pengayoman, dan service kepada masyarakat.

Kepolisian Negara Republik Indonesia bertugas:

  1. melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli pada kesibukan penduduk dan pemerintah cocok kebutuhan;
  2. menyelenggarakan segala kesibukan dalam menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran lantas lintas di jalan;
  3. membina penduduk untuk menaikkan partisipasi masyarakat, kesadaran hukum penduduk serta ketaatan warga penduduk pada hukum dan keputusan perundang-undangan;
  4. turut serta dalam pembinaan hukum nasional;
  5. memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum;
  6. melakukan pengawasan, koordinasi, dan pembinaan teknis pada kepolisian khusus, penyidik pegawai negeri sipil, dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa;
  7. melakukan penyelidikan dan penyidikan pada semua tindak pidana cocok dengan hukum acara pidana dan keputusan perundang-undangan lainnya;
  8. menyelenggarakan identifikasi kepolisian, kedokteran kepolisian, laboratorium forensik dan psikologi kepolisian untuk keperluan tugas kepolisian;
  9. menjaga keselamatan masyarakat, jiwa raga, dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban atau bencana, termasuk memberikan pertolongan  dengan menghargai tinggi hak asasi manusia;
  10. melayani keperluan warga penduduk untuk pas sebelum akan ditangani oleh lembaga dan/atau pihak yang berwenang;
  11. memberikan service kepada penduduk cocok dengan kepentingannya dalam lingkup tugas kepolisian, dan
  12. melaksanakan tugas lain cocok dengan keputusan perundang-undangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *